Edisi 13 Oktober 2026Tempat tinggal, tempat tumbuh.
← Rumah & KotaTata Kota

Tinggal di tepi sungai kota: sempadan, tanggul, dan kebiasaan hidup berdampingan dengan air

Sungai tidak pernah pindah; permukimanlah yang mendekat.

Tinggal di tepi sungai kota: sempadan, tanggul, dan kebiasaan hidup berdampingan dengan air
Foto: I / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Di banyak kota, deretan rumah paling tua justru berdiri paling dekat dengan sungai. Air adalah alasan orang menetap di sana jauh sebelum ada pipa dan jalan raya. Hari ini, tepi sungai menjadi kawasan yang paling mudah terkena banjir, paling sering tersentuh penataan, dan paling banyak ditanyakan oleh orang yang mencari rumah terjangkau. Memahami bagaimana kota memperlakukan tepi sungai membantu menilai rumah di sana dengan jernih.

Sempadan: jarak yang disisakan untuk air

Baca juga: Lampu jalan, warung, dan mata di jalanan: rasa aman sebuah kawasan setelah matahari terbenam

Secara konsep, sempadan sungai adalah jalur di kedua sisi sungai yang seharusnya dibiarkan bebas dari bangunan permanen. Fungsinya ganda: memberi ruang bagi air saat debit naik, dan memberi akses bagi pemeliharaan sungai. Lebarnya berbeda-beda tergantung jenis sungai dan apakah ada tanggul, dan aturannya ditetapkan oleh pemerintah.

Dalam praktiknya, banyak rumah berdiri di dalam jalur itu, sebagian sudah puluhan tahun. Status rumah semacam ini rumit: bisa saja bersertifikat, bisa saja tidak, dan bisa saja suatu hari masuk dalam program penataan. Sebelum membeli atau menyewa jangka panjang di tepi sungai, tanyakan ke kelurahan atau kantor pertanahan apakah petak itu berada di dalam garis sempadan. Jawabannya memengaruhi nilai, keamanan, dan ketenangan hidup Anda.

Tanggul mengubah arah air, bukan menghilangkannya

Tanggul dan dinding beton di tepi sungai memberi rasa aman yang nyata, tetapi juga mengubah perilaku air. Air yang tidak lagi bisa meluap ke satu sisi akan naik lebih tinggi atau mencari jalan di tempat lain, sering ke kawasan hilir atau ke titik di mana tanggul berakhir. Rumah yang tepat di belakang tanggul aman dari luapan, tetapi bisa tergenang oleh air hujan setempat yang tidak bisa keluar ke sungai karena pintu air ditutup saat sungai tinggi.

Karena itu, saat melihat rumah di dekat tanggul, perhatikan ke mana air hujan dari halaman dan jalan mengalir. Kalau jawabannya adalah ke sungai melalui saluran yang bergantung pada pintu air, pelajari siapa yang mengoperasikannya dan apa yang terjadi saat hujan deras bersamaan dengan sungai pasang.

Kebiasaan yang membuat tepi sungai layak huni

Warga lama di tepi sungai punya kebiasaan yang layak ditiru: lantai dasar tidak dipakai untuk barang berharga, stop kontak dipasang tinggi, dokumen disimpan di lantai atas atau dalam wadah kedap, dan setiap keluarga tahu ke mana harus pergi bila air naik malam hari. Mereka juga menjaga bantaran dari sampah, karena tahu sungai yang tersumbat adalah sungai yang meluap.

Tepi sungai bukan tempat yang harus dihindari sama sekali. Ia adalah tempat yang menuntut pengetahuan lebih banyak sebelum ditinggali, dan kebiasaan lebih disiplin setelahnya.

SW
Sari WijayantiSari Wijayanti menulis di Rumah & Kota sejak 2024 dan menjadi penulis utama untuk topik KPR. Ia menyimpan salinan akad kredit lama milik keluarganya sebagai bahan untuk menjelaskan pasal demi pasal yang jarang dibaca orang.